Peluang Usaha


Powered by Blogger.

Ulat Balap Bisa Menjadi Bisnis Sampingan

Posted by Info Peluang Usaha dan Bisnis

Ulat balap merupakan menjadi alternatif baru pakan burung kicau yang memiliki efek positif. Ulat balap merupakan makanan pengganti dari kroto yang biasa diberikan kepada burung. Bisnis Ulat balap ini cukup mudah dan hasilnya cukup lumayan. Potensi bisnis ini cukup baik karena. Pengalaman penghobi burung membuktikan burung sulingan atau tledekan yang dia beri ulat balap sebagai pakan tambahan menunjukkan penampilan yang tidak ada bedanya dengan ketika burung itu diberi EF kroto atau jangkrik. Burung tidak mudah gembos, burung tidak menjadi galak, juga burung tidak menjadi gemuk. Wajar jika permintaan ulat Balap akan semakin meningkat.


Kalau Anda pergi ke kandang ayam, seringkali dalam kotoran yang telah terfermentasi muncul ulat dalam jumlah yang cukup banyak. Itulah ulat kandang. Ulat kandang ini juga bisa dibudidayakan. Media pembiakannya menggunakan kotoran ayam yang sudah terfermentasi (sudah tidak bau) ditambah sisa makanan/sayur.

Ulat kandang/ulat balap  ini dapat juga diberikan sebagai pakan tambahan untuk ayam yang dapat memberikan tambahan protein yang cukup tinggi sehingga dapat mengurangi prosentase pakan konsentrat yang mahal, sehingga dapat menurunkan biaya pakan.

Memang saya belum menemukan hasil penelitian mengenai kandungan gizi yang terdapat dalam ulat kandang. Namun berdasar pengalaman penggunaan ulat kandang oleh teman penghobi burung itu, maka bisa disimpulkan penggunaan ulat kandang adalah bagus untuk burung, khususnya untuk mengatasi kesulitan mendapatkan kroto pada musim-musim tertentu.

Kelebihan ulat kandang dibanding EF lain adalah harga yang relatif murah, bisa disimpan dalam waktu lama, tidak membuat burung menjadi cepat gemuk (seperti halnya pemberian ulat hongkong), tidak terlalu njelimet untuk memisahkan kotoran seperti kalau kita membersihkan kroto, dan tidak perlu memotong kaki atau kepalanya seperti penggunaan jangkrik.

Harga ulat kandang atau uler balap ini bergerak turun naik namun relatif stabil tidak seperti harga kroto atau jangkrik yang naik turun berdasar musim-musim tertentu.


Sumber:
http://omkicau.com/2010/03/08/uji-coba-ulat-kandang-sebagai-pakan-burung-tunjukkan-hasil-positif/

Related Posts:

Post a Comment