Peluang Usaha


Powered by Blogger.

Usaha Dari Rumah Budidaya Ikan Guppy

BUDIDAYA IKAN GUPPY -- Ternyata banyak peluang usaha bisa dilakukan dari rumah, modalnya pun hanya menggunakan ember plastik yang biasa kita pakai. Itulah yang dilakukan Yudi Kasim, warga Kasihan Bantul Yogyakarta. Hasil budidaya Ikan Guppynya telah melebar ke berbagai kota di luar Yogyakarta. Dalam usaha budidaya ikan Guppy , Yudi memang tidak hanya menggunakan ember plastik tetapi juga akuarium.

Budidaya Ikan Gabus Pakan Pelet

BUDIDAYA IKAN GABUS -- Jenis ikan yang satu ini menjadi salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak digemari. Selain dikonsumsi sebagai makanan yang enak, Ikan Gabus juga dipercaya membantu mempercepat penyembuhan luka pasca operasi. Ikan gabus yang bisa tumbuh besar hingga lebih dari 1 kilogram ini lebih banyak diperoleh dari tangkapan alam. Untuk ikan gabus hasil budidaya masih relatif jarang. Karena itu peluang bisnis untuk usaha budidaya ikan gabus ini masih cukup bagus.

Tips Sukses Bisnis Waralaba Makanan

BISNIS WARALABA MAKANAN -- Waralaba makanan merupakan peluang bisnis yang paling laris dan diminati banyak orang. Tidak heran jika peminat yang menekuni bisnis ini sangat banyak. Banyak makanan tradisional yang sudah dikembangkan dengan sistem waralaba ini, dan hasilnya cukup menggembirakan. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi orang yang berminat menekuni bisnis ini. Ketidaktahuan orang mengenai bisnis makanan dijembatani dengan model bisnis waralaba makanan tradisional yang semakin menjamur.


Banyak makanan tradisional yang dikembangkan dengan sistem waralaba misalnya saja waralaba pisang ijo, waralaba bakso, waralaba martabak dan lain-lain. Hal ini membuat bisnis waralaba makanan tradisional semakin menarik ditambah lagi, berbisnis waralaba makanan tradisional tak selalu butuh modal besar. Namun demikian di dalam memilih bisnis waralaba makanan tradisional perlu bersikap hati-hati dan selektif memilih waralaba. Hal tersebut menjadi syarat utama sebelum memutuskan membeli waralaba.

Agar sukses di dalam bisnis waralaba makanan tradisional , berikut ada tips-tips suksesnya :

1. PUNYA HASRAT
Memiliki hasrat untuk menjual makanan yang Anda inginkan juga menjadi modal penting. Untuk berbisnis retail (perdagangan eceran), memang harus menyukai bidang yang akan digeluti. Sehingga, kondisi usaha sedang naik maupun turun, Anda tetap tekun menjalaninya.

2. RISET DAN BERUNDING
Teliti dulu terwaralaba atau pihak yang menjual waralaba, yang disebut juga franchisor, yang Anda inginkan. Bandingkan dengan terwaralaba lain yang sejenis. Jangan membeli usaha dari terwaralaba yang tak jelas identitasnya. Jika perlu, cek ke lembaga waralaba yang ada di Indonesia. Jika memang terwaralaba tersebut resmi dan bagus, bisa dipastikan akan terdaftar di sana. Bila memang suka, barulah berunding untuk mendapatkan kesepakatan.

3. CEK
Tak ada salahnya mengecek usaha terwaralaba yang Anda inginkan ke orang yang sudah lebih dulu menjadi pewaralabanya, baik yang masih berjualan maupun yang tidak. Tanya pendapat mereka. Meski satu sama lain belum tentu punya kepuasan yang sama, setidaknya Anda mendapat gambaran lebih.

4. HAK CIPTA

Teliti lebih dulu hak cipta makanan milik terwaralaba yang sudah diincar untuk dibeli. Jangan sampai hak cipta yang diklaim olehnya, ternyata milik pihak lain dan akhirnya bisa bermasalah.

5. LAMA DAN KUAT
Jika Anda tak suka risiko tinggi dan kurang berjiwa bisnis, pilih terwaralaba yang sudah lama berjalan, setidaknya lima tahun, memiliki sistem kuat, misalnya memiliki banyak cabang dan manajemen bagus, serta bermodal besar. Usaha yang masih baru, belum cukup teruji menghadapi siklus roda bisnis.

6. KONDISI KEUANGAN

Sebelum memutuskan membeli, periksa dulu kondisi keuangan terwaralaba. Jika perlu, minta bantuan akuntan publik atau pakar keuangan untuk membaca laporan keuangan terwaralaba.

7. BAYAR DI MUKA

Hati-hati bila terwaralaba meminta seluruh modal harus disetorkan di muka. Cari penyebabnya. Bukan tidak mungkin kondisi keuangan terwaralaba tidak bagus. Selain itu, kini banyak terwaralaba yang baru muncul, meminta modal di muka hanya karena ingin menarik initial fee (biaya yang diperlukan untuk memulai bisnis) dari pewaralaba, lalu kabur. Lebih baik, cari terwaralaba yang pembayarannya fleksibel. Artinya, pembayarannya bisa dilakukan bertahap.

8. CADANGAN

Saat usaha baru berjalan, biasanya perputaran modal belum berjalan lancar. Daripada usaha langsung tutup karena kekurangan modal, lebih baik sediakan dana cadangan. Menurut Zizi, pastikan memiliki modal yang cukup, setidaknya untuk tiga bulan ke depan. Jika membutuhkan Rp 10 juta untuk modal berwaralaba, misalnya, sebaiknya Anda mempersiapkan dana sebesar Rp 30 juta.

9. TURN OVER

Hitung berapa keuntungan per bulan yang didapatkan dari usaha waralaba ini. Jika hasilnya memang bagus, silakan melangkah lebih lanjut.

10. INVENTORI
Sebaiknya, pilih terwaralaba yang tidak membutuhkan banyak inventori, misalnya, mesin-mesin dan barang besar. Sebab, akan membutuhkan modal lebih banyak lagi. Lebih baik menjalankan usaha yang padat karya daripada padat modal.

11. KREATIF DAN DISIPLIN
Meski semua ilmu dari terwaralaba sudah ditransfer pada Anda, tetap harus kreatif dalam mencari pelanggan, disiplin membuat laporan keuangan, dan menerapkan aturan main yang sudah ditetapkan. Jangan terlalu percaya diri, sebab membeli waralaba yang bagus bukan jaminan makanan Anda akan selalu laris, jika tak dibarengi dua hal ini. Namun, bukan berarti Anda bebas menjual hasil masakan kreasi sendiri tanpa seizin terwaralaba. Ingat, Anda membawa nama dan imej terwaralaba.

12. BANYAK PENGGEMAR
Agar laris, pilih waralaba yang menjual jenis makanan yang banyak digemari dan tidak terlalu sulit dibuat. Antara lain, mi, ayam goreng, daging sapi, soto, dan donat, atau kue. Selain itu, teliti lebih lanjut berapa orang pelanggan yang datang ke tempat terwaralaba yang Anda incar.

13. SAMA KUALITAS
Pembeli yang datang tentu mengharapkan makanan di cabang milik Anda memiliki rasa dan kualitas layanan yang sama dengan pemilik usaha aslinya. Jadi, kontrol terus kualitas makanan dan manajemen agar pembeli tak kecewa. Mutu daging dan cara membakar wijen, misalnya, harus sama dengan yang dijalankan terwaralaba. Oleh sebab itu, patuhi peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan terwaralaba.

14. KELOLA SENDIRI
Agar lebih terkontrol dan menghindari kecurangan dalam keuangan, kelola sendiri waralaba yang Anda beli, dan jangan diserahkan kepada orang lain.


Sumber:
Tabloid Nova



Cara Memilih Rekan Bisnis Yang Baik

MEMILIH REKAN BISNIS YANG BAIK -- Menjalankan bisnis tidak bisa lepas dari relasi atau rekan bisnis. Kerjasama dengan rekan bisnis menjadi dalah satu kunci kesuksesan dalam bisnis. Namun ada kalanya kita mengalami masalah dengan rekan bisnis bahkan konflik berkepanjangan. Hal ini pasti akan berimbas pada kelangsungan bisnis yang dijalankan. Karena itu penting sekali memilih rekan bisnis yang baik dan cocok dengan kita. Tentu lebih tepat lagi rekan bisnis yang bisa bekerja sama saling menguntungkan dengan kita.

Tips Membangun Bisnis Online

TIPS MEMBANGUN BISNIS ONLINE -- Jaman sekarang segala sesuatu sarat dengan sentuhan teknologi, utamanya Teknilogi Internet. Termasuk dalam membangun bisnis. Bisnis Online menjadi salah satu cara berbisnis yang menggiurkan. Tidak hanya dalam aspek bisnis saja, tetapi segela pernak-pernik dalam bisnis online juga turut menyumbang penghasilan yang tidak kecil. Murah biaya dan gampang dalam membuatnya membuat bisnis online menjadi pilihan. Terlebih lagi gaya hidup orang yang sudah serba internet membuat bisnis online ini makin mendapat tempat di masyarakat.

Cara Mengemas Produk Agar Laris

CARA MENGEMAS PRODUK AGAR LARIS -- Apakah  anda pernah melihat adegan sulap atau pertunjukan sulap? Apa yang menarik bagi Anda ketika melihat pertunjukan sulap? Di Indonesia banyak kita jumpai/ lihat pertunjukan sulap, baik di kafe–kafe, di mal–mal, atau di televisi.

Sehingga tidak jarang orang merasa suatu pertunjukan sulap adalah pertunjukan yang sudah biasa, karena mereka sudah pernah bahkan sering melihat di berbagai media atau di berbagai tempat lain sebelumnya. Atau merasa kurang tertarik untuk melihat pertunjukannya secara langsung, karena merasa pertunjukan sulap paling seperti yang ada di TV saja.

Meskipun saya yakin cukup banyak pesulap di Indonesia yang sebenarnya juga dahsyat. Namun, apakah Anda pernah mengenal atau mendengar David Copperfield? Siapakah dia? … Banyak orang yang mengatakan dia adalah seorang pesulap. Memang dia adalah seorang pesulap, namun sebenarnya ia juga merupakan praktisi marketing yang dahsyat. Mengapa begitu? … Coba saja Anda lihat, berbagai pertunjukannya sangat laku di berbagai penjuru dunia (meski tiketnya tidaklah murah).

Salah satu rahasianya adalah dia sangat ahli dalam mengemas pertunjukkan sulapnya menjadi pertunjukkan yang sangat menghibur, spektakuler, dan sangat memukau. Tentu saja dengan dibarengi strategi promosi yang dahsyat. Sehingga banyak orang yang mau melihat pertunjukannya bahkan hingga berkali-kali. Dia sangat jago dalam mengemas pertunjukan hingga detil-detilnya, baik tata panggung, pencahayaan, sound system, dan banyak lagi yang lainnya.

Sehingga penonton merasa sangat terlibat dalam pertunjukan tersebut. Hingga akhirnya dia mendapatkan predikat dari Las Vegas Review Journal: “Grade A” “Copperfield’s best illusions are still unparalleled on the strip!” The only “Grade A” rated full evening magic show in Las Vegas! Demikian juga dalam dunia seminar, apa yang ada dalam pikiran seseorang pada umumnya pertama kali kalau mendengar kata “seminar”? Biasanya dikaitkan dengan: suasana yang serius, duduk mendengarkan, bahkan ada yang mengatakan “membosankan”, dan…. Tidak sedikit juga yang mengatakan: mengantuk kalau ikut seminar.

Oleh karena itu, ada seorang pembicara yang mencoba membuat kemasan yang berbeda mengenai seminar. Seminar adalah: suasana yang menyenangkan, penuh kegembiraan, penuh semangat, dan tentunya penuh ilmu dahsyat dan …. Meski dalam lima hari berturut-turut pun, peserta seminarnya pasti tetap merasa segar dan bersemangat.

Karena itu, pembicara tersebut bisa mendapatkan predikat sebagai: Pelatih Sukses no 1 di Indonesia, Pembicara Terbaik di Indonesia, dan The most Powerful People in Business. Untuk membuat suatu kemasan seminar yang benar-benar menyenangkan, penuh kegembiraan, penuh semangat, dan ilmu yang bermanfaat, memang tidak mudah. Dan tetap ada saja yang berkomentar, “seminar kok pakai lunjak-lunjak,… seminar kok sampai jam 11 malam (bahkan lebih)…” dan seterusnya.

Namun, di sinilah saya benar-benar mempraktikkan Marketing Revolution, meskipun ada saja yang berkomentar seperti itu … Saya tetap fokus untuk bisa memberikan seminar yang benar-benar memiliki nilai tambah yang dahsyat. Saya juga memperhatikan detil-detilnya, supaya hasil keseluruhan bisa dahsyat.

Dan ternyata terbukti hasilnya, dengan mengemas seminar sedemikian dahsyatnya, akhirnya banyak sekali orang yang menghadiri seminar-seminar saya, dan banyak orang pula yang memberikan testimoni kesuksesan dan kebahagiaannya dengan mengikuti seminar-seminar yang saya berikan. Bahkan banyak orang yang tadinya tidak begitu suka seminar, bahkan antipati, malah akhirnya mereka mau mengikuti seminar saya.

Lebih dahsyatnya lagi mereka dengan senang hati terus-menerus mengikuti seminar saya hingga ada yang lebih dari delapan kali. Dan dengan senang hati pula para peserta seminar saya mereferensikan ke rekan bisnis, keluarga atau teman-temannya. Mulai dari lulusan SD hingga profesor, mulai dari pelajar hingga pengusaha besar ternyata menyukai seminarseminar saya, baik di Indonesia maupun di beberapa Negara lain.

Mereka menyukai seminar saya di antaranya karena mereka merasa mendapat banyak ilmu dalam suasana yang menyenangkan. Oleh karena itu, seringkali saya bertanya kepada para peserta seminar, “Bapak, Ibu, semua, kelihatannya kita harus selesai sampai malam… bagaimana? Mau lanjut?” Dan jawab para peserta seminar ,” Lanjut…!!!!” Sambung saya,”Tapi kelihatannya bukan hanya sampai malam, tapi bisa sampai tengah malam, bagaimana?”, kembali para peserta seminar menjawab, “Lanjut!! Terus lanjut”.

Dan perlu diketahui, seminarnya sering kali bukan hanya satu hari, tapi bahkan hingga lima, ya… lima hari berturut-turut hingga tengah malam, namun para peserta seminar tetap sangat bersemangat dan tentunya mendapat manfaat yang dahsyat.

TUNG DESEM WARINGIN
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia
The most Powerful People and
Ideas in Business 2005



sumber: Okezone

Peluang Usaha Ayam Bakar Masih Sedap

peluang-usaha-ayam-bakar
PELUANG USAHA AYAM BAKAR --  Usaha ayam bakar memang tidak ada matinya, meski usaha ini bukanlah bisnis baru namun keuntungannya menggiurkan. Ya Ayam bakar seolah memang menjadi lauk favorit dan menu wajib. Tidak heran Pelaku bisnis usaha Ayam Bakar masih saja eksis. Salah satu pelaku usaha yang memanfaatka Peluang Usaha Ayam Bakar adalah ayam bakar Mas Mono. Nama Ayam Bakar Mas Mono memang sudah tidak asing lagi di kalangan pecinta kuliner Ayam Bakar.  Usaha yang didirikan  A. Pramono di Jakarta pada tahun 2001 ini gerai waralabanya sudah tersebar di berbagai kota.

Cara Budidaya Kroto Semut Rangrang

budidaya-kroto-semut
CARA BUDIDAYA KROTO SEMUT RANGRANG -- Makin semaraknya hobi burung berkicau membuat usaha bisnis kroto semut rangrang makin cerah. Seperti diketahui, kroto semut rangrang merupakan makanan favorit bagi berbagai jenis burung kicauan. Sayangnya suplai kroto semut rangrang untuk burung kicau ini awalnya sangat mengandalkan tangkapan alam, sehingga semakin banyak permintaan sulit untuk bisa dipenuhi. Melihat potensi ini Peluang Usaha budidaya Kroto Semut Rangrang makin cerah.

Yuk Bisnis Budidaya Buah Naga

budidaya-buah-naga
BISNIS BUDIDAYA BUAH NAGA -- Buah naga diyakini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Manfaat buah naga yang konon berasal dari Meksiko ini sangat banyak, mulai dari memulihkan stamina hingga mengobati berbagai macam penyakit. Usaha Budidaya Buah Naga semakin lama semakin berkembang di Indonesia seiring dengan animo masyarakat mengkonsumsi buah naga ini. Tidak hanya pasar Indonesia saja yang cerah untuk bisnis budidaya buah naga ini tetapi buah naga Indonesia sudah diekspor ke berbagai negara seperti Amerika, Asia, dan Negara-negara Eropa.